SURABAYA — Dinas Kesehatan Surabaya mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan yang signifikan. Sepanjang bulan Agustus 2026, tercatat sebanyak 40.539 kasus influenza yang didominasi oleh gejala influenza tipe A.
Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, Wisnu Trianggono, mengungkapkan bahwa berdasarkan data kumulatif hingga pekan ke-37, kelompok bayi dan balita menjadi penyumbang proporsi terbesar dalam spesimen pemeriksaan.
"Kelompok bayi dan balita menyumbang 42% dari total spesimen pemeriksaan, dengan tingkat kepositifan influenza mencapai 21%," ujar Wisnu.
Virus influenza sendiri diklasifikasikan menjadi empat tipe utama, yakni A, B, C, dan D. Dari seluruh kategori tersebut, Influenza Tipe A dikenal paling sering memicu wabah besar hingga skala pandemi global.
Karakteristik utama virus ini terletak pada kemampuannya yang sangat mudah bermutasi melalui mekanisme antigenic drift (pergeseran antigenik) dan antigenic shift (perubahan drastis antigenik). Proses mutasi yang jauh lebih cepat dibandingkan flu biasa inilah yang membuat Influenza Tipe A kerap memicu epidemi musiman berulang.
Waspadai Gejala Klinis
Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perbedaan antara flu biasa dengan infeksi influenza. Sejumlah tanda dan gejala khas yang perlu diwaspadai meliputi:
• Demam tinggi (di atas 38°C)
• Nyeri otot dan sendi (myalgia)
• Sakit kepala
• Kelelahan ekstrem yang terasa jauh lebih berat daripada kelelahan biasa
• Batuk dan nyeri tenggorokan
• Pilek
• Gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare — yang cenderung lebih sering ditemukan pada anak-anak.
Mengingat tingginya kerentanan pada kelompok usia anak-anak dan balita, orang tua diminta untuk segera memeriksakan buah hati dan memberikan vaksinasi Influenza tipe A ke Rumash Sakit Gotong Royong apabila menunjukkan gejala demam tinggi disertai kelelahan ekstrem guna mencegah komplikasi lebih lanjut.
